Ketentuan Pemasangan Iklan di Blog Gowes Wisata

Harap dibaca terlebih dahulu bagi para advertiser yang ingin mengiklankan produknya di blog ini

1. Isi materi iklan setidaknya berkaitan dengan dunia petualangan dan pariwisata, misalnya : jasa tour & travel, Hotel atau penginapan, Resto atau wisata kuliner, tempat wisata, adventure dan outdoor activity, bisnis atau penyedia jasa di bidang adventure, bisnis seputar perlengkapan sepeda, promo website tourism, tourism books, dan lainnya
2. Content iklan tidak mengandung unsur malware, SARA, maupun pornografi
3. media iklan bisa berupa gambar dan URL website milik advertiser, script iklan, atau bisa juga dalam bentuk post review oleh tim kami
4. Untuk biaya pemasangan iklan bersifat flat, dan rentang waktu tayang silahkan menghubungi kami langsung
5. Ketentuan lainnya akan diatur berdasarkan kesepakatan bersama antara advertiser dan publisher, dalam hal ini Tim Gowes Wisata

Saturday, 14 July 2012

Susur Kanal Banjir Timur (KBT)

Gowes Susur Kanal Banjir Timur KBT (10 April 2011)

Total Jarak : +/- 23km (PP = 46km)

Inilah perjalanan bersepeda yang terhitung cukup jauh dan perdana bagi saya disaat awal memulai menggeluti dunia sepeda lagi setelah sekian lama saya tidak bersepeda (terakhir kali mungkin saat SMP)

Perjalanan ini sebenarnya terhitung muter-muter alias nyasar dikarenakan pada saat itu KBT masih dalam tahap pembangunan, sehingga rute pastinya saya tidak tahu sebelumnya (so i'm totally lost, don't know where to start).

Baiklah, perjalanan kali ini dimulai jam 05.00 WIB dari rumah saya sewaktu masih di Jakarta, di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur. Start dari rumah tepat setelah Subuh menuju Bekasi Barat karena saya harus menjemput pasangan gowes saya terlebih dahulu di Bekasi Timur. Gowes saat subuh pun terasa panjang karena suasana masihgelap, sepi, dan dingin, hanya sesekali bertemu tukang sayur yang berangkat memulai aktivitasnya.

Rute berangkat total hanya onroad saja melewati pondok kelapa - lampiri - kalimalang - dan Tikum di depan Bekasi Cyber Park (BCP) di perempatan MM, total waktu hanya sekitar 45 menit saja dan jarak sekitar 19km.

Ternyata pada saat itu juga bertepatan dengan kegiatan Car Free Day Kota Bekasi di sepanjang Jl. A. Yani yang dimeriahkan dengan event funbike, untunglah saya tidak ikut bermacet-macet ria mengikuti funbike karena dari awal perjalanan bersepeda menyusuri KBT ini memang telah direncanakan sebelumnya.

Setelah pasangan gowes saya datang maka perjalanan dilanjutkan menyusuri Jl. Kalimalang menuju Pondok Kopi (sebenarnya hanya karena ketidaktahuan saya saja maka perjalanan ini jadi terkesan muter-muter, sebenarnya jika dari Bekasi (perempatan MM) bisa langsung menuju jalur KBT melalui Harapan Indah via Jl. A. Yani - Jl. raya cakung dan masuk dari jembatan KBT yang melalui Harapan Indah). Akhirnya kita masuk melalui rute KBT yang di Pondok Kopi.



start dari pondok kopi, hanya berdua saja, menggunakan sepeda united dominate standar(saya), dan sepeda uk.24 senator Single Speed (pasangan saya)

awal dari masuk rute KBT pondok kopi,jalanan masih halus berupa cor-coran, setelah itu mulai masuk rute tanah gembur dan sebagian kerikil yang dipadatkan (berharap ban sepeda pasangan saya aman-aman saja, karena menggunakan ban swallow tipe road)


numpang narsis di jembatan penyeberangan KBT



rute jalan yang masih kasar karena pembangunan yang belum selesai

sebenarnya dengan rute jalan yang masih berupa tanah dan kerikil ini lumayan mengasyikkan karena jadi terkesan masih alami seperti jalan pedesaan (maklum di Jakarta susah menemukan rute-rute yang masih alami)



aliran sungai KBT yang masih jernih (entah sampai kapan air yang jernih ini dapat bertahan tetap jernih)

rute yang hanya lurus saja ditambah sinar matahari yang menyengat dan ketiadaan pohon-pohon peneduh disepanjang aliran sungai membuat suasana menjadi benar-benar panas dan gersang, untunglah ada penguapan dari air KBT sehingga menjaga kelembaban suhu. Sekedar saran bagi yang ingin mencoba rute KBT ini lebih baik membawa minum yang banyak karena udara yang cerah membuat badan menjadi cepat dehidrasi. Satu-satunya minimarket untuk tempat beristirahat dan membeli minum atau makanan hanya terletak di Pintu Air ke dua yang ada di MetLand, selebihnya benar-benar sepi tanpa peradaban (usahakan juga membawa tools sepeda dan ban dalam cadangan untuk berjaga-jaga, karena tidak ada bengkel sepeda sepanjang rute)



Pintu Air MetLand, diseberangnya ada komplek perumahan MetLand, minimarket terdekat dan satu-satunya hanya ada disini, jadi lebih baik beristirahat sejenak dan mengisi bekal terutama air minum

akhirnya setelah melewati pintu air Metland mulai tercium aroma laut, artinya laut sudah dekat (akhirnya), sayangnya di Pintu air terakhir mulai tercemar oleh limbah detergen (semoga semua mulai sadar untuk menjaga lingkungan)






akhirnya sampai juga ke laut, ujung dari KBT yang terletak di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara

Istirahat sejenak sembari mengambil dokumentasi foto



akhirnya sukses juga perjalanan perdana bersepeda menyusuri KBT kali ini tanpa kendala apapun, disaat KBT masih dalam tahap pembangunan

1 comment:

  1. wah, salut ane sama agan..
    uda gowes kemana mana..
    terus update ya gan..

    ane yang jadi ngiler nie liat foto2 agan..
    hehehe..
    Explore terus gan..

    ReplyDelete