Ketentuan Pemasangan Iklan di Blog Gowes Wisata

Harap dibaca terlebih dahulu bagi para advertiser yang ingin mengiklankan produknya di blog ini

1. Isi materi iklan setidaknya berkaitan dengan dunia petualangan dan pariwisata, misalnya : jasa tour & travel, Hotel atau penginapan, Resto atau wisata kuliner, tempat wisata, adventure dan outdoor activity, bisnis atau penyedia jasa di bidang adventure, bisnis seputar perlengkapan sepeda, promo website tourism, tourism books, dan lainnya
2. Content iklan tidak mengandung unsur malware, SARA, maupun pornografi
3. media iklan bisa berupa gambar dan URL website milik advertiser, script iklan, atau bisa juga dalam bentuk post review oleh tim kami
4. Untuk biaya pemasangan iklan bersifat flat, dan rentang waktu tayang silahkan menghubungi kami langsung
5. Ketentuan lainnya akan diatur berdasarkan kesepakatan bersama antara advertiser dan publisher, dalam hal ini Tim Gowes Wisata

Thursday, 2 January 2014

Situs Candi Mantup

Situs peninggalan sejarah Kerajaan Mataram Kuno yang satu ini pun pada akhirnya juga menjadi salah satu dari sekian banyak situs cagar budaya di Yogyakarta yang keberadaannya terbengkalai dan terabaikan, tanpa adanya penunjuk arah dan minimnya (bahkan tidak ada sama sekali) informasi terkait situs yang ada disekitar lokasi semakin menguatkan kesan bahwa papan pengumuman yang berisi keterangan jika situs ini telah diresmikan sebagai cagar budaya hanyalah sekedar pemanis belaka


Ketika tim dari Gowes Wisata melakukan kunjungan ke lokasi ini dengan berbekal informasi yang diperoleh dari hasil browsing mengenai situs arkeologi dan sejarah Yogyakarta, dan juga dari hasil perbincangan dengan sesama rekan travel blogger yang lain, didapatlah keterangan tentang adanya situs peninggalan bersejarah yang terabaikan yang berada di Dusun Mantup, Kelurahan Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, sebelah timur Kota Yogyakarta

Rute yang paling mudah jika kita ingin menuju ke lokasi ini adalah dengan melalui jalan Jogja-Wonosari, jika dari arah Jogja berhentilah kira-kira di km.7 (setelah melalui permepatan lampu merah), nanti di kiri jalan ada gapura yang bertuliskan Dusun Mantup, belok saja ke kiri masuk ke arah gapura tersebut lalu ikuti jalan beraspal hingga bertemu kolam renang Umbul Tirta. Disebelah selatannya ada jalan kecil menuju kesebuah makam, ikuti saja jalan menuju ke makam tersebut karena situs Mantup berada disebelah utara makam, nanti disebelah kanan makam ada jalan tanah yang menuju ke situs Mantup

Dikarenakan minimnya informasi yang bisa didapat dilapangan mengenai situs ini, maka saya akan memaparkan beberapa hal kepada para pembaca setia Gowes Wisata mengenai situs ini yang berhasil saya kumpulkan dari beberapa sumber, sehingga jika diantara pembaca ada yang kebetulan ingin berkunjung kelokasi ini bersama teman atau saudara setidaknya sedikit banyak dapat mengetahui sejarah dibalik situs ini, sehingga perjalanan ini tidak sekedar menjadi perjalanan yang sia-sia tanpa manfaat 

Situs ini ditemukan pada bulan Juli tahun 1991 oleh penduduk sekitar ketika mengadakan kegiatan penurunan permukaan tanah sawah yang dilakukan untuk memudahkan pengairan. Menurut perkiraan, situs ini dibangun sekitar abad ke-8 dan ke-9 zaman Kerajaan Mataram Kuno

Situs ini terdiri dari tiga buah bangunan candi berukuran kecil (saat ini yang dapat dilihat hanyalah alas candi yang masing-masing berukuran sekitar 2m x 2m dan tinggi 0,5m saja dalam kondisi tidak utuh), berjajar dari utara ke selatan dengan menghadap ke barat.


Fungsi Candi Mantup diperkirakan sebagai tempat untuk melangsungkan upacara pernikahan. Hal ini terlihat pada temuan arca-arca Kalyanasundaramurti yang menggambarkan laki-laki dan perempuan dalam posisi berdampingan dan bergandengan tangan, yang diduga merupakan penggambaran Syiwa dan Parwati.

Temuan ini mengindikasikan bahwa Candi Mantup mempunyai latar belakang Hindu, khususnya pemujaan Dewa Syiwa. Arca ini sekarang disimpan di BP3 (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala) Yogyakarta. Sedangkan sampai sekarang bangunan di situs ini belum dipugar mengingat minimnya data bangunan asal

Sangat disayangkan jika situs-situs bersejarah seperti ini keberadaannya kian terabaikan, entah sampai kapan waktu kelak akan menghapus semua cerita yang ingin disampaikan oleh saksi bisu era kejayaan Kerajaan-kerajaan yang ada di pelosok Nusantara ini kepada generasi penerusnya yang dikemudian hari mungkin tidak akan pernah tahu apa yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka, tentang bagaimana kaya, makmur, dan jayanya bumi Nusantara tercinta ini

Tambahan sumber referensi :

- http://id.wikipedia.org/wiki/Situs_Mantup
- http://disbudpar.bantulkab.go.id/berita/baca/2010/09/03/090448/situs-candi-mantup
- http://www.purbakalayogya.com/?page=galleriklasik.html&p=6&jml_gambar=23

No comments:

Post a Comment