Ketentuan Pemasangan Iklan di Blog Gowes Wisata

Harap dibaca terlebih dahulu bagi para advertiser yang ingin mengiklankan produknya di blog ini

1. Isi materi iklan setidaknya berkaitan dengan dunia petualangan dan pariwisata, misalnya : jasa tour & travel, Hotel atau penginapan, Resto atau wisata kuliner, tempat wisata, adventure dan outdoor activity, bisnis atau penyedia jasa di bidang adventure, bisnis seputar perlengkapan sepeda, promo website tourism, tourism books, dan lainnya
2. Content iklan tidak mengandung unsur malware, SARA, maupun pornografi
3. media iklan bisa berupa gambar dan URL website milik advertiser, script iklan, atau bisa juga dalam bentuk post review oleh tim kami
4. Untuk biaya pemasangan iklan bersifat flat, dan rentang waktu tayang silahkan menghubungi kami langsung
5. Ketentuan lainnya akan diatur berdasarkan kesepakatan bersama antara advertiser dan publisher, dalam hal ini Tim Gowes Wisata

Thursday, 10 April 2014

Hutan Wisata Wanagama

Pada perjalanan gowes kali ini, kami dari Tim Gowes Wisata sepakat untuk mulai menjelajahi wilayah sekitar Jogja, dan yang menjadi tujuan kami kali ini adalah Hutan Wanagama yang berlokasi di Jl. Jogja-Wonosari km 30, Yogyakarta, persisnya berada di Desa Banaran, Playen, Kabupaten Gunungkidul, Propinsi DIY

Karena sebelumnya saya sudah mengumpulkan informasi dan mengetahui bahwa rute yang akan ditempuh adalah melalui tanjakan pathuk, maka waktu start pun dimulai lebih pagi. Kami semua (6 orang) memulai perjalanan ini dari titik kumpul di depan kantor PLN Gedongkuning, setelah semua anggota tim datang dan lengkap maka mulailah kami berkonvoi 1 baris supaya tidak membuat macet dan mengganggu pengguna jalan lain

Foto keluarga dulu


Dari depan kantor PLN Gedongkuning, kami terus menuju kearah timur melalui jalan Jogja-Wonosari, hmmm...suasana pagi yang masih cenderung sepi membuat udara terasa lebih sejuk, terlebih jika mengingat bahwa minggu-minggu ini di Jogja matahari sedang terik-teriknya bersinar

Tanpa terasa setelah menempuh perjalanan yang datar dan lurus-lurus saja, mulailah kami dihadapkan pada titik awal tanjakan pathuk, huffff...bersiap, atur nafas dan shifting gear, mulaiiiiii...semangatttt

Karena sepeda yang saya gunakan adalah fullsus maka saya pun berinisiatif untuk langsung take over ke posisi terdepan untuk mendapatkan irama kayuhan yang stabil, rekan-rekan yang lain pun memaklumi karena sepeda fullsus digunakan untuk tanjakan? wadaaawww ajibbb beratnya hehe...


karena saya sudah terlalu depan efeknya tentu saja rekan-rekan yang lain pun menjadi ketinggalan, kecepatan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing saja tidak usah bernafsu mengejar yang sudah punya dengkul dewa

Saya akui tanjakan pathuk sebenarnya tidak terlalu menakutkan jika sebelumnya kita sudah menguasai teknik shifting dan pedaling yang benar, terbukti pada tanjakan kali ini pun saya tidak terlalu banyak beristirahat, santai saja nikmati perjalanan dan tidak lupa foto-foto...:)


ayooo semangatttt masbrooo...


Di gapura penanda wilayah Gunungkidul



Akhirnya saya pun sampai duluan di perempatan pos polisi Pathuk, disana pun ternyata banyak pesepeda lain yang rupanya juga menjadikan lokasi ini sebagai tempat berkumpul antar sesama penghobby olahraga bersepeda, foto-foto dulu ahhh...


setelah kurang lebih 45 menit akhirnya rombongan rekan-rekan Gowes Wisata yang lain pun tiba, ternyata sempat ada masalah teknis dengan sepeda salah seorang rekan, yaitu masalah umum yang sering terjadi, kempes ban...

Untunglah saya membawa tas yang isinya seperti kantung ajaib doraemon, segala macam peralatan darurat ada disana termasuk pompa. Ayooo latian otot lengan, pompa terusss mang


Setelah masalah ban kempes teratasi, kami pun mampir dulu membeli BBM (Bahan Bakar Mangan/Minum) sebelum melanjutkan perjalanan yang masih lumayannnnnn (kalau dibilang masih jauh nanti malah meruntuhkan semangat anggota yang lain hehe)

istirahat dulu sambil benerin masalah teknis sepeda salah seorang rekan yang lain lagi


Dengan rute yang naik-turun, naik lagi, turun lagi, belok-belok, maka kita juga harus mewaspadai arus kendaraan yang lain pula, khususnya bus dan motor (yang sering belok tanpa isyarat lampu sein),ikuti jalan saja sampai nanti melewati rest area Tahura, masih terus sampai tiba di perempatan lamu merah Pasar Gading kemudian belok kanan +/- 2 km, nanti ada papan petunjuk menuju Wanagama

lagi-lagi kasus ban bermasalah


Akhirnya sampai juga


Hutan Wisata Wanagama (Wana = alas atau hutan, sedangkan Gama merupakan akronim dari Gadjah Mada), pada awalnya hanya mempunyai luas lahan 10 Ha saja, namun seiring waktu maka lokasi ini terus mengalami perkembangan sampai akhirnya menjadi 600 Ha. Dibangun sejak tahun 1964 oleh salah seorang akademisi Fak. Kehutanan Universitas Gadjah Mada yaitu Prof. Dr. Hj Oemi Hani'in Soeseno dengan menggunakan uang pribadinya

istirahat dan foto-foto (lagi) hehe...



Didorong oleh keinginan untuk menjadikan wilayah tandus Gunungkidul menjadi wilayah yang hijau, maka dimulailah proses reboisasi besar-besaran ini hingga akhirnya menjadikan Prof Oemi Hani'in menerima anugerah Kalpataru dari Pemerintah

sejuknya bersepeda di tempat ini


Lokasi ini pun pada akhirnya menjadi tempat bergantung hidup bagi masyarakat sekitar, mereka diperbolehkan menanam rumput yang digunakan sebagai makanan ternak sapi mereka, dan sebagai gantinya maka pihak Wanagama memperoleh pupuk kandang dari hasil kotoran sapi para peternak sapi warga sekita. Disini pun juga terdapat peternakan lebah penghasil madu, para turis yang ingin membeli madu atau melihat cara pengambilan madu pun bisa bertanya dan belajar dari para peternak lebah madu tersebut

Di lokasi Hutan Wanagama sendiri juga terdapat beberapa fasilitas penunjang lain seperti tempat outbond, camping ground, dan juga terdapat sendang ayu, sendang tahunan, serta air terjun tuban

Bagi penggemar treking atau bersepeda, lokasi ini juga cocok digunakan untuk melatih skill bersepeda cross country karena terdapat beberapa rute yang menurut saya mengasyikkan untuk gowes (apalagi dengan sepeda fullsus, untunglah akhirnya saya tidak salah pilih sepeda kali ini hehe)

Jembatan yang putus, awas jangan keasikan ngebut kecuali kalau mau seperti adegan di video sepeda redbull rampage




Pemandangan dari atas jembatan (kalau lagi beruntung kita bisa melihat elang jawa yang terbang bebas disekitar lokasi)



Lagi-lagi kasus ban bocor terjadi lagi



Sambil menunggu yang lagi tambal ban, foto-foto duluuuu...:)



Korban keganasan panasnya matahari dan rute tanjakan, terkapar pasrah dan tak berdaya


Kondisi track yang menurut saya cukup menggoda hehe...







Akhirnya nemu spot yang mantabs buat istirahat, maen aiiirrrr...



sambil nunggu agak sorean, santai-santai dulu sambil main air



Saatnya perjalanan pulang ditambah lagi kondisi perut yang sudah demo minta diisi makanan


isi BBM dulu sebelum pulang


akhirnya sampai rumah pas maghrib dan hujan (kalau ditotal perjalanan kali ini memakan waktu 12 jam hehe)saatnya beristirahat sambil merencanakan agenda gowes berikutnya

sedikit hasil foto-foto narsis si adre putih saya...:)





Tips untuk yang mau mencoba gowes ke Wanagama :
- persiapkan fisik, tidur secukupnya malam sebelumnya (ga usah ikutan ngeronda)
- bawa makanan snack dan air minum yang banyak (kalau kuat bawa galon aqua dipersilahkan)
- mandi pagi sebelum berangkat (jangan biarkan rekan anda tersiksa dengan aroma ajaib dari tubuh anda)
- bawa toolkit, ban dalam cadangan, pompa (kalau bingung cara pakainya silahkan cek youtube atau tanya mbah google)
- bawa sepeda (kan mau gowes, kalau bawa gajah ntar disangka mau ikut sirkus)


So what are you waiting for? go get your bike and create your own adventure