Ketentuan Pemasangan Iklan di Blog Gowes Wisata

Harap dibaca terlebih dahulu bagi para advertiser yang ingin mengiklankan produknya di blog ini

1. Isi materi iklan setidaknya berkaitan dengan dunia petualangan dan pariwisata, misalnya : jasa tour & travel, Hotel atau penginapan, Resto atau wisata kuliner, tempat wisata, adventure dan outdoor activity, bisnis atau penyedia jasa di bidang adventure, bisnis seputar perlengkapan sepeda, promo website tourism, tourism books, dan lainnya
2. Content iklan tidak mengandung unsur malware, SARA, maupun pornografi
3. media iklan bisa berupa gambar dan URL website milik advertiser, script iklan, atau bisa juga dalam bentuk post review oleh tim kami
4. Untuk biaya pemasangan iklan bersifat flat, dan rentang waktu tayang silahkan menghubungi kami langsung
5. Ketentuan lainnya akan diatur berdasarkan kesepakatan bersama antara advertiser dan publisher, dalam hal ini Tim Gowes Wisata

Saturday, 17 January 2015

Gear Review :Sleeping Pad Klymit Static V


Obyek review pada post kali ini adalah salah satu bagian dari perlengkapan camping yang mempunyai fungsi cukup vital terhadap proses recovery tubuh kita ketika beristirahat, yaitu sleeping pad (air matress / inflatable sleeping pad) klymit static V.

Kebanyakan dari kita yang suka melakukan aktivitas outdoor seperti camping, hiking, maupun bicycle touring (khususnya bikecamping / bikeovernight) tentunya sudah paham pentingnya penggunaan sleeping pad, namun terkadang ada juga beberapa orang yang bahkan belum pernah mendengar tentang apa itu sleeping pad (air matress).

Dari pengalaman saya berjumpa dan berbincang-bincang dengan beberapa goweser jarak jauh di Indonesia, kebanyakan dari mereka ketika sedang melakukan perjalanan jarak jauh terkadang hanya membawa perlengkapan camping seperti tenda (dengan footprint dan flysheetnya), menggunakan bivac dan hammock, matras serta sleeping bag saja, karena dalam perencanaan rute perjalanannya mereka sudah berkoordinasi terlebih dahulu dengan rekan-rekan goweser lain di kota-kota berikutnya yang akan mereka singgahi untuk sekedar menumpang beristirahat, sehingga penggunaan tenda dan segala macam peralatan camping lainnya hanya digunakan pada saat-saat darurat saja jika mereka tidak menemukan tempat persinggahan sementara dalam perjalanannya

Namun hal berbeda justru terjadi dengan teman-teman pesepeda jarak jauh dari luar negeri yang sering singgah dibasecamp goweswisata dalam bagian dari petualangan bersepeda keliling dunianya, dari merekalah saya banyak belajar tentang apa saja yang sekiranya perlu dipersiapkan secara teknis jika ingin melakukan aktivitas bersepeda jarak jauh (tentunya juga berhubungan dengan gaya touring seperti apakah yang kita inginkan). Bagi mereka yang melakukan touring secara mandiri (tidak bergantung kepada bantuan penginapan dari rekan-rekan pesepeda di kota destinasi tersebut), meminimalisir penggunaan hotel atau guest house, dan lebih memilih untuk mendirikan tenda untuk menghemat budget serta merasakan “kebebasan” dari petualangannya maka penggunaan sleeping pad (disamping tenda dan peralatan camping lainnya) mempunyai peran cukup vital bagi proses recovery yang dibutuhkan oleh tubuh kita setelah seharian lelah mengayuh sepeda melewati berbagai medan dan cuaca yang tidak bisa diprediksi

Jika kita hanya mengandalkan penggunaan matras saja pada saat beristirahat, proses recovery yang dibutuhkan oleh tubuh (khususnya bagian punggung) menjadi tidak akan maksimal, keesokan harinya tubuh kita masih akan merasa pegal sedangkan kita masih harus melanjutkan perjalanan pada saat itu juga, sehingga bayangkan seperti apa rasa lelah tersebut akan terus menumpuk selama perjalanan, yang otomatis juga akan menyebabkan perjalanan kita terasa menyakitkan dan kita merasa sulit untuk menikmati perjalanan tersebut

Lalu sleeping pad seperti apakah yang cocok untuk kita bawa saat camping? Well… pertanyaan seperti ini tentu saja menghasilkan jawaban yang beraneka ragam, karena tolak ukur kenyamanan setiap orang tentu saja berbeda-beda

Sekarang ini sudah banyak produk-produk sleeping pad yang beredar dipasaran, kita hanya tinggal memilih sesuai dengan budget dan selera yang kita mau. Untuk saya pribadi, ketika saya memilih untuk mulai menggunakan sleeping pad maka saya juga melakukan sedikit survey dan mencari informasi dari masing-masing sleeping pad tersebut, baik dari segi harga, kemudahan mengisi angin dan mengempiskannya, dimensi ketika terpacking dan unpacking, bobot keseluruhan, kelengkapan, serta kualitas material yang digunakan, terlebih karena saya pasti membawanya sembari melakukan kegiatan bersepeda jarak jauh sebagai sarana transportasi utama saya maka pertimbangan-pertimbangan tersebut (dimensi dan berat) harus saya cermati dengan benar sebelum akhirnya saya menjatuhkan pilihan ke produk sleeping pad dari Klymit, dengan tipe Klymit Static V


Dengan kisaran harga yang ditawarkan antara 700rb – 800rb (tergantung penjual dan lokasi kita membeli), awalnya saya merasa “wow, sleeping pad ini cukup mahal juga ya”, tetapi karena sebelumnya saya sempat melakukan bikecamping di Kalikuning dengan hanya menggunakan matras biasa saja sebagai alas tidur saya didalam tenda, esoknya saya merasakan bagian punggung terasa sangat pegal padahal masih harus melanjutkan perjalanan pulang lagi, dari situlah mulai terpikir untuk trip yang hanya 2 hari saja rasa pegal sudah seperti ini, proses recovery yang dibutuhkan juga tidak maksimal, lalu bagaimana jika harus melakukan perjalanan bersepeda jarak jauh dalam rentang waktu yang lebih lama lagi kedepannya? Apalagi gaya touring yang biasanya saya (kami, tim goweswisata) lakukan seringkali lebih menyukai camping daripada menggunakan guest house, hotel, atau menumpang di rumah teman. Mungkin juga karena kami lebih menyukai menyatu dengan alam, melatih kemampuan dasar survival, kebebasan, fleksibilitas dan privacy ketika melakukan camping daripada ketika menumpang di rumah teman (rasa tidak enak merepotkan orang lain), sekaligus juga menghemat budget jika harus menginap di hotel (maklum kami termaksud yang touring dengan mengefisienkan anggaran selama perjalanan hehe). Oleh karena itulah dari sekian banyak sleeping pad yang ada maka saya mencoba mengorder produk ini

Setelah menunggu paket kiriman sampai (dengan bentuk terpackingnya yang sangat ringkas sekali) saya mulai mencoba untuk merasakan seperti apa sih kenyamanan yang ditawarkan oleh sleeping pad klymit static V ini, hingga akhirnya setelah beberapa kali mencoba di segala macam situasi selama petualangan gowes, saya pun mulai menulis review terhadap produk ini

Perbandingan dalam ukuran terpacking


Dalam paket pembelian sleeping pad ini, kelengkapan yang menyertainya antara lain : sleeping pad (air matress) itu sendiri, stuff sack (sarung pembungkus), patch kit (perlengkapan menambal, terdiri dari lem dan beberapa lembar bahan material yang sama dengan sleeping pad itu sendiri).

Dengan ukuran terpacking yang kurang lebih sama dengan botol minum ukuran kecil (dimensi terpacking sekitar 19cm x 9,5cm x 6,5cm) dan dengan berat sekitar 470-500gr (termasuk kategori ultralight gear) tentunya sleeping pad ini tidak akan memakan terlalu banyak ruang kompartemen dalam pannier kita (nilai plus dalam hal ukuran packing dan berat yang ditawarkan), sehingga mudah untuk dibawa ketika melakukan perjalanan jauh



Berikutnya dalam hal kemudahan mengisi angin serta mengempiskannya, menurut data spesifikasi dari produsen, untuk mengisi angin dilakukan dengan cara meniup secara manual mengggunakan mulut dengan jumlah tiupan sekitar 10-15x tiupan saja, namun dalam kenyataannya saya meniup sebanyak 16-18x sebelum sleeping pad ini siap digunakan (mungkin tergantung juga dari kemampuan tiupan setiap orang yang berbeda-beda). Proses ketika meniup juga tidak terasa berat, mungkin karena aliran udara yang masuk dapat tersebar secara merata dan efisien dalam sleeping pad dikarenakan pola yang berbentuk huruf V (V Chamber Design). Dimensi sleeping pad sendiri ketika mengembang atau siap digunakan berukuran sekitar 183cm x 59cm, dengan ketebalan 6,5cm, sehingga cukup nyaman untuk digunakan sesuai postur tubuh rata-rata orang Indonesia(asia) yang mempunyai tinggi sekitar 170cm – 180 cm. Satu-satunya hal yang terasa agak mengganggu (menurut saya) hanyalah letak valve untuk meniup, yang terletak tepat di sisi kanan bagian kepala dari sleeping pad tersebut. Proses mengempiskan (deflating) sleeping pad ini mungkin bisa dibilang gampang-gampang susah, karena jika kita ingin benar-benar mengempiskannya maka kita harus menekan sembari mengurut sleeping pad tersebut, yang tentunya lebih mudah jika dilakukan di atas lantai (membutuhkan kontur alas yang rata) dibanding jika kita harus mengempiskannya diatas lapisan yang berkontur seperti tanah atau bebatuan. Setelah sleeping pad benar-benar kempes maka langkah berikutnya hanya tinggal melipat dan menggulung saja, cukup singkat dan mudah

Letak valve di sisi kanan bagian kepala


Dalam keadaan tergulung ketika hendak mempacking


Dengan bagian permukaan yang berpola seperti huruf V (V Chamber Design), produsen Klymit menjelaskan bahwa pola seperti itu dibuat berdasarkan hasil riset mereka dengan menyesuaikan terhadap bentuk tubuh manusia supaya pengguna merasa nyaman (body mapping technology / anatomical body mapping) ketika berbaring diatasnya, dan memang pada saat menggunakannya saya merasa sangat nyaman dan tidak tergelincir ketika tidur dalam posisi miring bolak-balik, bahkan dapat tidur lebih nyenyak dibandingkan ketika menggunakan kasur busa (entahlah, mungkin juga karena rasa lelah juga membuat tidur menjadi lebih nyenyak) walaupun mungkin awalnya kita merasa sedikit ragu apakah sleeping pad ini kuat menahan beban tubuh, perasaan takut jika sleeping pad ini meletus sepertinya terasa wajar pada awalnya, namun setelah kita coba menggunakannya, perasaan takut yang ada justru berganti menjadi rasa nyaman dan yakin dengan kekuatannya

V Chamber Design


Penggunaan material 70 denier polyester fabric pun terasa cukup nyaman ketika bergesekan dengan permukaan kulit, kualitas bahan ini pun sudah cukup teruji, setiap sambungannya juga benar-benar rapi dan presisi, tidak mengherankan karena brand klymit sendiri juga bukanlah sebuah brand kacangan atau pemain baru, sehingga mereka juga melakukan quality control terhadap setiap produk yang dibuatnya

Lapisan bagian atas


Lapisan bagian bawah


Dengan harga yang cukup ekonomis jika dibandingkan dengan beberapa produsen sleeping pad lainnya, kualitas yang ditawarkan oleh klymit terasa melebihi harganya. Dari segi harga, dimensi packing, serta bobotnya jelas sekali klymit seakan tidak terkalahkan ketika harus bersaing dengan nama besar produsen sleeping pad lainnya, bagaimanapun juga menurut saya secara pribadi, jika kita ingin mencoba melakukan aktivitas bersepeda jarak jauh dengan gaya touring mandiri, maka berinvestasilah pada beberapa hal berikut, antara lain : sepeda, perlengkapan camping, panniers, perlengkapan masak dan makan, peralatan bersepeda, serta apparel. Dengan memberi perhatian lebih pada hal-hal tersebut kedepannya maka kita dapat menikmati perjalanan karena tidak akan direpotkan oleh masalah-masalah teknis yang diakibatkan buruknya kualitas barang yang kita beli dan bawa. Dan karena saya termasuk tipe goweser yang menikmati setiap saat-saat beristirahat atau tidur setelah lelah seharian mengayuh sepeda, maka berinvestasi terhadap keputusan menggunakan sleeping pad seperti klymit static V ini merupakan keputusan yang sangat tepat dan tidak saya sesali.


Dengan tidur yang nyenyak dan proses recovery yang lebih maksimal, saya juga dapat lebih menikmati setiap petualangan ini untuk kemudian menuangkan setiap pengalaman tersebut dalam setiap post pada blog ini

Semoga post kali ini cukup membantu para pembaca dalam menentukan pilihan mengenai sleeping pad seperti apakah yang cocok, dan apakah penggunaan sleeping pad memang sangat penting? Semua jawaban tergantung kepada gaya touring yang diinginkan, perencanaan rute, lamanya waktu bertualang, budget, dan berbagai pertimbangan personal lainnya.

No comments:

Post a Comment