Ketentuan Pemasangan Iklan di Blog Gowes Wisata

Harap dibaca terlebih dahulu bagi para advertiser yang ingin mengiklankan produknya di blog ini

1. Isi materi iklan setidaknya berkaitan dengan dunia petualangan dan pariwisata, misalnya : jasa tour & travel, Hotel atau penginapan, Resto atau wisata kuliner, tempat wisata, adventure dan outdoor activity, bisnis atau penyedia jasa di bidang adventure, bisnis seputar perlengkapan sepeda, promo website tourism, tourism books, dan lainnya
2. Content iklan tidak mengandung unsur malware, SARA, maupun pornografi
3. media iklan bisa berupa gambar dan URL website milik advertiser, script iklan, atau bisa juga dalam bentuk post review oleh tim kami
4. Untuk biaya pemasangan iklan bersifat flat, dan rentang waktu tayang silahkan menghubungi kami langsung
5. Ketentuan lainnya akan diatur berdasarkan kesepakatan bersama antara advertiser dan publisher, dalam hal ini Tim Gowes Wisata

Saturday, 5 August 2017

CHAPTER 10; YOU CAN GO FASTER BUT WE CAN GO EVERYWHERE

Sabtu, 26 Desember 2015

Setelah pada malam harinya kami berbagi ruang dengan rombongan hiker dan berbincang-bincang dengan mereka, pada saat itu kami semua merasa nyaman karena bagaimanapun juga walau cara kami semua bertualang berbeda-beda namun tujuan kami semua sebenarnya sama yaitu menikmati hidup dan menciptakan kenangan. Salah satu dari mereka kebetulan juga seorang wanita, ia kemudian bertanya kepada Agit apa tidak berat bersepeda sambil membawa perlengkapan sebanyak itu, ia mengatakan sepertinya jika ia yang bersepeda pasti tidak bakal bisa maju karena sepertinya kok berat banget, jawaban yang sama juga dilontarkan oleh Agit ketika ia melihat tas carrier yang dibawa oleh wanita tersebut, dengan tas carrier sebesar dan sepenuh itu sepertinya kok terasa berat banget untuk dipanggul diatas pundak kemudian berjalan kaki, “wah enggak deh kalau saya harus berjalan sambil memanggul tas sebesar itu, yang ada tambah mini saya”, ujar Agit, yah semua memang pasti akan terasa berat dan sulit untuk dilakukan jika tidak sesuai dengan bidang atau pilihan kita masing-masing.

Sekitar pukul 07.00 WIB kami semua telah bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan masing-masing, para hiker tersebut telah menyewa sebuah pick up untuk menuju ke Gunung Argopuro, sedangkan kami tetap setia dengan transportasi andalan kami yaitu sepeda, sebelum berpisah kami pun tidak lupa berfoto bersama sebagai kenangan bagian dari perjalanan ini, salah seorang dari mereka bahkan memberi kami Buff sebagai hadiah


Dari Besuki menuju Situbondo suasana jalan cukup lengang, cuaca juga terlihat cerah, dengan kontur jalan yang cenderung datar kami pun cukup menikmati perjalanan ini hingga akhirnya ketika kami melihat semacam dermaga di pinggiran pantai, kami pun memutuskan berhenti sejenak untuk mengambil beberapa dokumentasi sekaligus beristirahat, toh dalam perjalanan ini kami tidak diburu target waktu maupun tujuan, karena seperti yang sudah pernah saya tulis pada chapter sebelumnya, disinilah kami benar-benar harus belajar untuk melepas ego dan mulai menikmati perjalanan ini




Tampak perahu-perahu nelayan yang sedang berlabuh


Ketika sedang asyik berkeliling mencari spot yang menarik untuk didokumentasikan saya melihat kerumunan kepiting-kepiting kecil yang ada di dekat dermaga, awalnya memang terlihat lucu, namun menjadi tidak lucu ketika sedang asyiknya mendekati mereka untuk difoto eh tiba-tiba dari dalam pasir ternyata bermunculanlah kepiting-kepiting kecil yang lain dalam jumlah besar dan mereka semua jadi mengejar hadeewww :p


Setelah puas berkeliling dan mengambil beberapa foto serta video kami pun mulai melanjutkan perjalanan lagi, kali ini rute kami persis mengikuti pinggiran garis pantai sampai kemudian akhirnya kami pun tiba di sebuah lokasi obyek wisata pantai yang cukup terkenal di Situbondo yaitu Pantai Pasir Putih, sambil mengayuh mata saya pun celingukan melihat daftar tarif masuk yang ada di depan loket masuk obyek wisata ini, wah harganya cukup mahal euy (bagi saya), saya lupa persisnya berapa tapi menurut analisa saya sepertinya tidak mungkin garis pantai sepanjang ini semuanya dipagar, pasti ada beberapa titik yang bebas tanpa pagar sehingga memungkinkan kita untuk bisa menikmati suasana Pantai Pasir Putih ini secara gratis (sebuah kata yang terdengar merdu di telinga saya hehe…), dan benar saja tidak berapa lama kemudian saya melihat sebuah spot yang memungkinkan untuk bisa menikmati pantai secara gratis, spot tersebut hanya dibatasi oleh pembatas jalan saja antara jalan raya dengan pinggiran pantai (mungkin agak susah untuk parkir atau berhenti jika kalian membawa kendaraan bermotor roda empat, tapi karena kendaraan kami hanyalah sepeda maka kami pun bisa bebas untuk berhenti dimana saja)

Dengan kendaraan bermotor You can go faster but by bicycle we can go everywhere


Hanya cukup melompati pembatas jalan saja kini kami pun sudah turun ke pinggiran Pantai Pasir Putih, dari titik ini pun sebenarnya jika kalian mau maka kalian hanya tinggal berjalan kaki saja untuk bisa masuk ke tempat yang sama dengan mereka yang masuk ke obyek wisata Pantai Pasir Putih ini melalui pintu loket tadi (tidak ada pagar pembatasnya)

Tuh buktinya, kami berada satu tempat dengan pengunjung obyek wisata ini, tapi kami masuk secara gratis :)


Hanya saja kalian harus berjalan kaki dari titik ini menuju ke titik yang ramai tersebut (dekat kok)



Justru dari titik awal tempat kami masuk tadi suasananya malah lebih sepi (cocok untuk berfoto)


Puas bermain-main air di lokasi obyek wisata Pantai Pasir Putih ini kini saatnya kami melanjutkan perjalanan. Di sepanjang rute ini sebenarnya pemandangannya cukup menarik untuk didokumentasikan (cukup instagramable lah) apalagi suasana jalanan juga tidak terlalu ramai (tapi kalau kalian menggunakan kendaraan bermotor pasti kalian akan melewatkan banyak detail pemandangan menarik yang ada di sepanjang rute ini karena kalian melewatinya terlalu cepat)



Salah satunya seperti spot yang ada berikut ini, karena jalan masuknya kecil pasti kalian tidak menyadarinya




Hingga akhirnya sampailah kami di Kota Situbondo, di kota ini kebetulan saya mempunyai banyak saudara jauh, sehingga pada perjalanan kali ini kami pun berencana untuk sekalian sowan alias berkunjung ke rumah saudara-saudara yang lainnya untuk menjalin dan menjaga tali silaturahmi.

Pada chapter berikutnya kami akan membahas apa saja yang terjadi dan kami alami selama berada di Kota Situbondo ini karena kami berencana untuk stay sedikit lebih lama disini dengan pertimbangan karena sebentar lagi Tahun baru dan biasanya jalur penyeberangan ke Pulau Bali akan penuh serta harga-harga penginapan pasti naik maka lebih baik kami merayakan Tahun Baru di kota ini bersama dengan saudara-saudara jauh yang sudah lama tidak saya kunjungi, maka dari itu tetap ikuti terus keseruan kisah perjalanan goweswisata ini ya

Pengeluaran hari ini :
- Teh Javana = Rp 3.000,-
- Jajan = Rp 3.000,-
- Teh Botol = Rp 4.800,-
- 2 gelas es tebu = Rp 5.000,-
- 2 porsi mie ayam + 1 gelas es teh + 1 gelas es jeruk = Rp 14.000,-
- Swalayan = Rp 15.625,-
- SD card = 53.000,-
- Indomart = Rp 31.200,-
Total = Rp 129.625,-

Total jarak tempuh hari ini : 45 km

No comments:

Post a Comment