Ketentuan Pemasangan Iklan di Blog Gowes Wisata

Harap dibaca terlebih dahulu bagi para advertiser yang ingin mengiklankan produknya di blog ini

1. Isi materi iklan setidaknya berkaitan dengan dunia petualangan dan pariwisata, misalnya : jasa tour & travel, Hotel atau penginapan, Resto atau wisata kuliner, tempat wisata, adventure dan outdoor activity, bisnis atau penyedia jasa di bidang adventure, bisnis seputar perlengkapan sepeda, promo website tourism, tourism books, dan lainnya
2. Content iklan tidak mengandung unsur malware, SARA, maupun pornografi
3. media iklan bisa berupa gambar dan URL website milik advertiser, script iklan, atau bisa juga dalam bentuk post review oleh tim kami
4. Untuk biaya pemasangan iklan bersifat flat, dan rentang waktu tayang silahkan menghubungi kami langsung
5. Ketentuan lainnya akan diatur berdasarkan kesepakatan bersama antara advertiser dan publisher, dalam hal ini Tim Gowes Wisata

Tuesday, 20 March 2018

GROJOKAN LEDOK WARU

Minggu, 18 Maret 2018.
Kali ini tujuan goweswisata.blogspot.co.id adalah mencari curug atau air terjun atau grojokan atau apalah kalian biasa menyebutnya, intinya petualangan kali ini adalah mencari tempat yang bisa untuk bermain air.

Nah mengenai Grojokan Ledok Waru sendiri saya mendapat infonya dari sebuah grup komunitas backpacker yang ada disosial media, walaupun informasi mengenai keberadaan lokasi ini terbilang masih sangat minim, namun setidaknya ada sebuah petunjuk yang membuat perasaan “sepertinya saya tahu deh kira-kira dimana lokasinya” kembali membara, sedikit cluenya adalah tempat ini berada tidak jauh dari Pabrik Gula Gondang Winangun

Alasan lainnya mengapa saya tertarik untuk mencoba mengeksplor tempat ini adalah karena tempat ini memenuhi beberapa kriteria yang saya terapkan untuk bertualang secara santai, antara lain :

1. Tempatnya keren banget tapi belum terlalu populer (jadi kemungkinan besar masih alami)
2. Karena belum populer itulah maka bisa dipastikan jika tempat ini bebas biaya retribusi alias masih gratis
3. Lokasinya berada tidak terlalu jauh dari kediaman saya di Jogja, yaitu sekitar 24km saja
4. Rutenya tergolong mudah dan ga pake adegan nanjak-nanjak segala ayeeyyyy

Nah karena semua kriteria yang saya gunakan tersebut sepertinya terpenuhi maka dari itu Grojokan Ledok Waru here I come… :)

Cara paling mudah untuk menuju ke lokasi Grojokan Ledok Waru adalah jika kalian start dari Kota Jogja maka kalian hanya tinggal melalui jalan raya Jogja-Solo yang menuju kearah timur sampai nantinya kalian tiba di traffic light Pabrik Gula Gondang Winangun, dari traffic light tersebut kemudian kalian tinggal belok ke kiri (Utara), terus saja kira-kira 150 meter nanti ada gang masuk Desa Ledok disisi kanan, masuk saja dan tanya dimanakah lokasi Grojokan Ledok Waru atau Makam Ledok Dusun Gondang, nanti lokasi dari Grojokan Ledok Waru sendiri berada persis dibawah area komplek Makam

Peta menuju lokasi Grojokan Ledok Waru




Untunglah pada petualangan goweswisata.blogspot.co.id kali ini saya menggunakan sepeda lipat, karena untuk turun ke lokasi grojokannya jalurnya masih berupa undakan tangga dari tanah yang licin sehingga sepeda terpaksa harus digotong


Dan akhirnya saatnya menikmati keindahan dari Grojokan Ledok Waru yang berada di Desa Ledok, Kelurahan Gondang, Kecamatan Kebonarum, Klaten




Sepintas karakteristik dari Grojokan Ledok Waru sendiri mirip seperti obyek wisata Blue Lagoon di Sleman dan obyek wisata Lava Bantal di Berbah, karena dengan bentuk grojokannya yang berundak-undak dan memiliki semacam kolam di bagian tengahnya yang bisa dijadikan lokasi terjun bebas menjadikan tempat ini mirip dengan obyek wisata Blue Lagoon, sedangkan dari segi lokasinya yang berada persis dipinggir jalan menjadikan posisinya mirip dengan obyek wisata Lava Bantal, hanya saja secara pribadi saya lebih menyukai Grojokan Ledok Waru dibanding kedua tempat tadi karena disini suasananya masih sangat alami, dan jumlah undakan dari grojokannya sendiri juga lebih banyak dan bervariasi



Dari yang semula hanya saya sendiri yang berada di grojokan ini tak berapa lama kemudian datanglah beberapa warga sekitar yang hendak melakukan kerja bakti untuk membersihkan dan merapikan lokasi sekitar Grojokan Ledok Waru ini.



Menurut penuturan Pak Waluyo dan Pak Kamto yang merupakan warga Desa Ledok, Grojokan Ledok Waru sendiri sebenarnya dulu pernah direncanakan untuk dibuat sebagai lokasi wisata, namun sayangnya sejak tahun 90-an ide tersebut hanya sebatas menjadi wacana saja tanpa pernah direalisasikan, untungnya kini di era sosial media yang serba cepat dan internet yang semakin merata serta masih ditambah lagi dengan adanya kebijakan dari Pihak Pemkot Klaten yang mencanangkan gerakan bahwa setiap desa harus memiliki minimal satu obyek wisata maka Grojokan Ledok Waru pun kini mulai berbenah dan bersiap untuk dipublikasikan secara luas.



Untuk memulai semua itu tentunya dibutuhkan beberapa tahap, salah satu tahap yang sedang dikerjakan saat ini adalah dengan menggandeng pihak tim konsultan yang berasal dari Jogja, Klaten, dan Jakarta. Nantinya setelah semua urusan penataan disekitar lokasi sudah selesai maka untuk pengelolaan dan penanggungjawab sekitar lokasi Grojokan Ledok Waru sendiri akan diserahkan kepada pihak desa, yang mana nantinya akan diurus bersama oleh warga dan pemuda-pemuda dari tiga desa yaitu Desa Ledok, Desa Karangasem, dan Desa Tegal.

Penataan dan pembangunan infrastruktur pendukung yang akan dilakukan nantinya akan meliputi pembukaan area parkir kendaraan yang rencananya akan dibuat di lokasi tanah kas desa, pelebaran akses jalan masuk supaya mobil dapat masuk (sementara ini bagi wisatawan yang ingin berkunjung dan menggunakan kendaraan roda 4 terpaksa memarkirkan kendaraannya disepanjang sisi jalan), pembuatan gazebo-gazebo dan bangku-bangku, pemasangan tempat sampah, pembuatan jembatan dari bambu, pemasangan pasak-pasak pagar pembatas dari bambu, pembangunan toilet umum dan penitipan barang, serta warung-warung, sementara untuk fasilitas pendukung wisata air ini nantinya bagi para pengunjung dapat menyewa ban-ban pelampung dan menikmati kegiatan susur sungai.




Walaupun nantinya akan dibuat beberapa fasilitas dan infrastruktur pendukung di sekitar lokasi, namun pihak desa meyakinkan bahwa semua pembangunan tersebut tidak akan sampai merusak kealamian Grojokan Ledok Waru, justru dengan menjadikan Grojokan Ledok Waru ini sebagai obyek wisata yang terbuka untuk umum maka secara tidak langsung warganya juga akan belajar beradaptasi dan berkembang menjadi kelompok sadar wisata yang merasa bertanggungjawab untuk terus menjaga kebersihan dan keindahan lokasi ini, sedangkan untuk retribusinya sendiri kemungkinan akan menggunakan karcis parkir untuk menghindari adanya oknum parkir liar, namun pihak desa berjanji untuk sedapat mungkin mengenakan tarif retribusi yang tergolong merakyat dan wajar

Sumber aliran air di Grojokan Ledok Waru sendiri berasal dari mata air yang ada di wilayah sekitar Gunung Merapi sehingga grojokan ini tidak pernah surut atau kering seperti curug-curug atau grojokan lainnya yang mengandalkan debit airnya dari air hujan, jadi bagi kalian yang ingin berwisata ketempat ini tidak perlu takut tidak bisa bermain air karena grojokannya kering, justru disaat musim kemarau biasanya air di Grojokan Ledok Waru ini menjadi jernih, oya kedalaman air disini juga relatif aman kok, bagian terdalam hanya berada disekitar kolam yang berada di undakan tengah dengan kedalaman sekitar 2 meter, selebihnya kedalaman air hanya berkisar sebatas paha orang dewasa saja.



Selain menikmati bermain air, disini kalian juga bisa melihat pemandangan hamparan sawah yang berada persis di sepanjang sisi aliran sungai ini, rencananya nanti dibeberapa titik juga akan ditanami pohon-pohon buah sehingga kalian juga bisa berwisata agro



Bagaimana sekarang bertambah lagi kan pilihan destinasi wisata liburan kalian? Jadi kapan kalian berkunjung ke Grojokan Ledok Waru? Kalau kalian berwisata kesini tetap ingat untuk menjaga kebersihan tempat ini ya, karena belum ada tong sampah di sekitar lokasi maka lebih baik kalian membawa plastik sendiri untuk mengumpulkan sisa sampah kalian dan membuangnya di tong sampah yang berada tidak jauh dari area makam, serta jangan merusak, mencorat-coret, dan melakukan perbuatan vandalisme lainnya ya, karena kalian datang untuk menikmati keindahannya maka alangkah lebih kerennya jika kalian pun bisa tetap menjaga keindahan tempat ini supaya semua bisa sama-sama menikmatinya

No comments:

Post a Comment