Ketentuan Pemasangan Iklan di Blog Gowes Wisata

Harap dibaca terlebih dahulu bagi para advertiser yang ingin mengiklankan produknya di blog ini

1. Isi materi iklan setidaknya berkaitan dengan dunia petualangan dan pariwisata, misalnya : jasa tour & travel, Hotel atau penginapan, Resto atau wisata kuliner, tempat wisata, adventure dan outdoor activity, bisnis atau penyedia jasa di bidang adventure, bisnis seputar perlengkapan sepeda, promo website tourism, tourism books, dan lainnya
2. Content iklan tidak mengandung unsur malware, SARA, maupun pornografi
3. media iklan bisa berupa gambar dan URL website milik advertiser, script iklan, atau bisa juga dalam bentuk post review oleh tim kami
4. Untuk biaya pemasangan iklan bersifat flat, dan rentang waktu tayang silahkan menghubungi kami langsung
5. Ketentuan lainnya akan diatur berdasarkan kesepakatan bersama antara advertiser dan publisher, dalam hal ini Tim Gowes Wisata

Tuesday, 3 April 2018

CHAPTER 33; PANTAI SONUMBE 2

Minggu, 14 Februari 2016
Masih tersisa beberapa hari lagi sebelum kami melanjutkan petualangan goweswisata.blogspot.co.id berikutnya menuju ke Sulawesi. Ternyata sudah 60 hari alias 2 bulan kami menjalani gaya hidup nomaden seperti ini, melihat dan merasakan Indonesia dengan bersepeda, jika diingat-ingat kembali sudah lumayan banyak peristiwa yang kami lalui, rasa senang dan susah datang dan pergi silih berganti layaknya putaran roda sepeda yang telah membawa kami bertualang hingga saat ini.

Hari ini rencananya kami akan bersepeda menuju ke wilayah Desa Kolo, dalam rangka pemanasan melatih stamina lagi sembari menikmati keindahan panorama pesisir pantainya, namun rencana tinggal rencana karena tepat disaat kami selesai mandi dan beres-beres ternyata Mbak Henni dan temannya mengajak kami untuk piknik bersama, yang mana ternyata tujuan mereka juga adalah ke Pantai yang ada di Desa Kolo, akhirnya kami semua pun berangkat menuju kesana dengan menggunakan sepeda motor (jika Tuhan memberikan “kemudahan” maka jangan ditolak, mubazir kalau kata para orangtua hehe)

Untuk menuju ke Desa Kolo yang jaraknya sekitar 18km arah Barat Laut dari pusat Kota Bima ini satu-satunya transportasi yang ada hanyalah dengan menggunakan kendaraan pribadi dikarenakan belum ada jalur angkutan umum yang menuju kesana, oya sebelum berangkat jangan lupa pastikan bahan bakar kendaraan bermotor kalian full ya karena tidak ada SPBU resmi di sepanjang rute ini

Mari isi bensin dulu di Pertamini


Dengan kontur jalan yang berbukit-bukit naik-turun rolling, walaupun derajat tanjakannya tidak separah ketika kami ke Desa Teta tetapi tetap saja membuat kami bersyukur perjalanan hari ini kami lakukan menggunakan sepeda motor (setidaknya kami dapat menghemat waktu, tenaga, dan stamina untuk petualangan berikutnya)

Disepanjang perjalanan mata kita akan dimanjakan dengan panorama pesisir pantai (yang sedikit pasirnya), kontur jalan, kondisi jalan yang halus dan sepi serta berkelok-kelok, PLTU, dan juga bukit serta pulau-pulau kecil yang ada disekitar perairannya, oya jangan lupa untuk berhati-hati saat mengemudi karena banyak hewan-hewan ternak seperti kambing atau sapi yang berkeliaran dan berbaring ditengah jalan dengan santainya

Begitu memasuki wilayah Desa Kolo tidak berapa lama kemudian medan jalan yang beraspal pun mulai berganti dengan medan berkerikil, terutama setelah melewati pesisir Pantai So Ati menuju ke Pantai So Numbe 2 yang menjadi tujuan kami kali ini

Untunglah kondisi jalan tanah yang berkerikil ini medannya tidak separah seperti ketika kami mengunjungi Pantai Lariti sehingga masih bisa dilalui dengan motor matic, deretan rumah-rumah panggung milik warga sekitar pun menjadi pemandangan khas yang seakan menyatu dengan alam sekitarnya


Akhirnya sampailah kami di Pantai So Numbe 2, pantai ini memiliki 2 jenis pasir pantai, yaitu hamparan pasir yang berwarna putih berada dekat dengan perairan, dan pasir berwarna hitam dibagian pinggirannya. Dengan karakter perairannya yang tenang menjadikan pantai ini masih tergolong aman untuk kegiatan snorkling, berenang, atau tempat rekreasi keluarga, namun disini belum banyak fasilitas yang dibangun, selain keberadaan beberapa berugak atau gazebo di pinggirnya, disekitar lokasi ini belum ada warung makan, toilet umum, penyewaan peralatan snorkling, banana boat, apalagi hotel atau resort layaknya sebuah obyek wisata pantai yang sudah populer dan dikelola dengan baik, bahkan karena ketiadaan tempat sampah disepanjang bibir pantai pun pada akhirnya menyebabkan banyak sampah sisa pengunjung yang berserakan diantara bebatuan tebing karang, semoga pihak terkait yang berwenang, masyarakat sekitar, serta para pengunjung segera sadar untuk mulai mengelola tempat ini dengan menyediakan fasilitas pendukung serta menjaga kebersihan pantai ini





Dibeberapa spot dekat bibir pantai juga terdapat cekungan-cekungan yang membentuk semacam kolam ikan mini dengan beberapa biota lautnya yang terbawa gelombang arus pantai, beberapa biota laut seperti rumput laut, ikan-ikan kecil, kepiting berbulu, kepiting berukuran sedang, keong, cacing laut, bintang laut, hingga bulu babi pun dengan mudahnya kita dapati di cekungan-cekungan seperti ini








Sementara Agit sedang asyik dengan kegiatan snorklingnya, saya pun berjalan kaki menyusuri sepanjang bibir pantai mencari detail unik untuk diabadikan, di dekat bibir pantai yang dipenuhi oleh bebatuan, saya pun baru menyadari jika bebatuan yang ada disini tidak hanya jenis bebatuan karang yang umum berada dipantai-pantai, melainkan juga terdapat beberapa bebatuan gunung yang sepertinya terlempar akibat letusan dahsyat Gunung Tambora yang terjadi dimasa lampau



100 tahun lagi kerang-kerang yang menempel dibebatuan ini bisa jadi fosil sejarah nih


Ini ikan apa ya? Ada kakinya dan bisa memanjat bebatuan


Pokoknya pantai ini cocok dan recommended banget buat kalian yang suka snorkeling




Semakin siang ternyata semakin banyak pengunjung yang datang ke pantai So Numbe 2 ini, mulai dari kelompok remaja-remaja hingga rombongan keluarga, beberapa bahkan ada yang membawa tenda serta grill untuk bakar ikan, sebelumnya saya memang sempat melihat ada beberapa tenda yang sepertinya sedang melakukan kegiatan camping, yang pasti Pantai So Numbe 2 yang kepopulerannya mulai naik sejak dijadikan lokasi syuting sebuah acara jalan-jalan di salah satu televisi swasta ini memang sangat cocok bagi para penyuka kegiatan outdoor dan wisata pantai, sembari camping dan snorkling disaat beristirahat kalian juga bisa memasak ikan segar yang banyak dijual oleh warga sekitar sebelum menuju lokasi pantai ini.

Sejauh ini belum ada tiket masuk atau biaya retribusi jika kalian ingin berkunjung ke pantai ini, tetapi tolong diingat, bukan karena kalian bisa bebas mengunjungi tempat ini secara gratis maka kalian pun bisa dengan seenaknya membuang atau meninggalkan sisa sampah kalian secara sembarangan ya, bawalah kantong plastik berukuran besar untuk membawa kembali sisa sampah kalian, dengan menjadi petualang yang cerdas dan beretika setidaknya kalian telah membantu menjaga kelestarian dan kebersihan Pantai So Numbe ini


Pengeluaran hari ini :

- belanja swalayan = Rp 30.500,-

Total = Rp 30.500,-

1 comment: