Ketentuan Pemasangan Iklan di Blog Gowes Wisata

Harap dibaca terlebih dahulu bagi para advertiser yang ingin mengiklankan produknya di blog ini

1. Isi materi iklan setidaknya berkaitan dengan dunia petualangan dan pariwisata, misalnya : jasa tour & travel, Hotel atau penginapan, Resto atau wisata kuliner, tempat wisata, adventure dan outdoor activity, bisnis atau penyedia jasa di bidang adventure, bisnis seputar perlengkapan sepeda, promo website tourism, tourism books, dan lainnya
2. Content iklan tidak mengandung unsur malware, SARA, maupun pornografi
3. media iklan bisa berupa gambar dan URL website milik advertiser, script iklan, atau bisa juga dalam bentuk post review oleh tim kami
4. Untuk biaya pemasangan iklan bersifat flat, dan rentang waktu tayang silahkan menghubungi kami langsung
5. Ketentuan lainnya akan diatur berdasarkan kesepakatan bersama antara advertiser dan publisher, dalam hal ini Tim Gowes Wisata

Tuesday, 3 July 2018

CURUG WATU SEWU

01 Juli 2018,
Kali ini petualangan goweswisata.com akan mencoba mengeksplorasi spot-spot wisata yang berada di sisi Selatan Kota Yogyakarta, tepatnya di Kabupaten Bantul. Kira-kira spot wisata seperti apa saja ya yang ada namun belum terlalu populer di Kabupaten ini? yuk sama-sama kita cari tahu, let’s go :)

Sekitar pukul 7 pagi kami berangkat dari Basecamp goweswisata menuju kearah Selatan melewati Perempatan Terminal Giwangan, dari situ perjalanan kami berdua masih terus menuju kearah Selatan melalui Jalan Imogiri Timur, suasana lalu lintas di sekitar ruas Jalan Imogiri Timur di pagi hari ini seperti biasa cukup padat, selain beberapa kendaraan bermotor milik pribadi Nampak juga beberapa rombongan bus-bus wisata yang mengarah ke Selatan, sepertinya tujuan mereka kalau tidak ke lokasi Makam Raja-raja di Imogiri pasti menuju ke lokasi wisata Kebun Buah Mangunan, sesekali kami juga berpapasan dengan rombongan pesepeda lokal yang melewati rute ini

Dengan kontur jalan yang cenderung lurus dan datar-datar saja maka perjalanan awal ini menjadi cukup mudah dan relatif cepat, entahlah apakah nanti kecepatannya akan sama pada saat pulang hehe…

Oya berdasarkan hasil googling pada malam sebelumnya maka di perjalanan kali ini kami sepakat akan kembali melanjutkan sebuah “perjalanan yang tertunda” beberapa waktu yang lalu, jadi begini kisahnya, sebenarnya sekitar Tahun 2013 lalu kami pernah mendengar jika ada sebuah lokasi air terjun alias Curug disekitar wilayah Imogiri, tepatnya di sekitar wilayah Giriloyo, namun keberadaan dari curug tersebut masih belum jelas dimana lokasi pastinya tetapi ancer-ancernya sih sebagian besar kami sudah mengerti, nah disaat kami sedang blusukan mencari keberadaan Curug tersebut tiba-tiba terjadilah masalah yang tidak diharapkan (ya iyalah mana ada orang yang mengharapkan terjadinya suatu masalah) yaitu rantai sepeda milik Agit tiba-tiba putus dan waktu itu saya juga sedang tidak membawa perlengkapan bengkel darurat, mana itu rantai putusnya pas dimedan menanjak pula, akhirnya demi kebaikan bersama perjalanan kala itu pun terpaksa kami hentikan, tertunda dan sempat terlupakan selama beberapa waktu hingga akhirnya kali ini kami berencana untuk menyelesaikannya

Peta menuju Curug Watu Sewu



Untuk menuju ke Giriloyo sendiri kami kembali melalui rute Jalan Imogiri Timur, nanti selepas Jembatan Karangsemut kalian tinggal belok ke kiri saja (untuk lebih mudahnya, selepas Jembatan Karangsemut kalian tinggal melihat sisi sebelah kiri jalan, nanti ada belokan ke kiri pertama, dari situ sebenarnya kalian juga sudah bisa menuju ke Giriloyo, namun kami memilih untuk belok ke kirinya pada belokan yang kedua dengan pertimbangan rutenya lebih mudah tidak terlalu banyak belok-belok)

Setelah belok kiri di belokan kedua nantinya kalian akan melewati bangunan Pustaka Desa Wukirsari, nah masih terus saja sampai nantinya kalian melihat percabangan jalan seperti ini


Bagi kalian yang kebetulan sedang berwisata dan mencari souvenir khas daerah maka di sekitar lokasi Desa Wisata ini kalian juga bisa sekalian mengunjunginya, disini banyak terdapat showroom maupun workshop tempat pembuatannya lho, barangkali kalian juga tertarik untuk belajar bagaimana cara pembuatannya, tinggal pilih saja mau ke Desa wisata yang mana, apakah ke Desa Wisata Pucung yang terkenal sebagai sentra produksi kerajinan wayang kulit, ataukah menuju ke Desa Wisata Giriloyo yang terkenal sebagai Sentra produksi kerajinan Batik Tulis, tetapi bagi kami berdua secara pribadi sebenarnya tepat dibawah papan petunjuk tersebut ada satu lagi penunjuk arah yang menarik minat kami yaitu adanya tulisan penunjuk arah menuju lokasi air terjun, walaupun disitu tidak ditulis apa nama air terjunnya tetapi sepertinya kali ini kami berada di “jalan yang benar”.

Kami pun kemudian mengambil percabangan jalan yang mengarah ke kanan alias menuju ke lokasi Sentra Batik Tulis Giriloyo, di sepanjang rute ini suasananya syahdu beneeerr, hamparan persawahan yang tersaji disepanjang sisi jalan, sesekali ditimpali kicauan burung yang beterbangan semakin menambah perasaan tenang disaat melalui rute ini


Disini kalian cukup mengikuti jalur aspal utama saja sampai nantinya kalian melewati gerbang masuk Desa Wukirsari, rutenya sedikit menanjak tetapi tidak terlalu ekstrim, dan akhirnya perjalanan kalian menuju ke lokasi air terjun akan semakin mendekat manakala kalian sudah tiba di lokasi Makam Sunan Cirebon (Pasarean Giriloyo) ini, tuh ada papan penunjuk arahnya, sayangnya bagi pengendara kendaraan bermotor roda 4 maka disinilah pemberhentian terakhir kalian untuk mencari lokasi parkir, dari sini kalian harus meneruskannya dengan berjalan kaki sampai menuju ke lokasi Curug atau Air Terjun 1000 Batu, sedangkan bagi pengendara kendaraan roda dua kalian masih bisa meneruskannya sampai ke atas dan memarkir kendaraan kalian di pekarangan rumah warga sekitar yang kini telah difungsikan sebagai lokasi parkir umum


Adegan nanjak dan dorong pastinya tetap ada pada episode kali ini hehe...:D


Dari lokasi parkir kendaraan kalian harus meneruskan sisa perjalanan menuju ke lokasi air terjun dengan berjalan kaki dikarenakan medannya yang seperti ini, ayo semangat hitung-hitung olahraga sejenak, oya awas terpeleset karena di beberapa titik terdapat area yang sedikit licin.

Kalau kalian melihat percabangan seperti ini ambil yang arah lurus, nanjak


Nanti kalian akan melihat jalur pipa seperti ini, nah ambil arah ke kanan ikuti saja jalur pipanya



Dan akhirnya sampailah kami di lokasi Air Terjun Seribu Batu atau Curug Watu Sewu, dahulu dikenal juga dengan sebutan Curug Cengkehan dikarenakan lokasi Curug ini yang berada di Dusun Cengkehan, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Propinsi DIY


Disekitar lokasi Curug ini banyak terdapat bebatuan berukuran besar yang merupakan bebatuan hasil dari letusan Gunung Api Purba, dan mungkin karena banyaknya bebatuan tersebut pada akhirnya menjadikan lokasi air terjun ini sekarang disebut juga dengan sebutan Air Terjun 1000 Batu

Beberapa bebatuan berukuran besar yang saling bertindihan pada akhirnya menciptakan semacam Gua kecil seperti ini


Untuk menuju ke sumber aliran air terjunnya kita harus melangkah sedikit menuju ke bagian atas


Dan itu dia air terjunnya, aliran airnya tidak begitu deras dikarenakan cuaca yang memasuki musim kemarau, walaupun begitu air terjun ini tidak mengering karena sumber airnya yang berasal dari aliran air sungai



Dengan ketinggian air terjun sekitar 6 meter dan kedalaman pada kolam airnya sekitar sekitar 1 meter sepertinya jika memasuki musim penghujan nanti lokasi ini akan cukup asyik untuk dijadikan lokasi main air



Selain menikmati air terjunnya di sekitar lokasi ini terdapat beberapa spot yang cukup menarik untuk dijadikan lokasi berfoto lho, disini kalian bisa memanfaatkan bebatuan-bebatuan besar yang ada di lokasi ini untuk menciptakan karya fotografi


Sedikit tips bagi kalian yang hendak berwisata ke lokasi air terjun seribu batu ini :

- belum ada angkutan umum yang sampai benar-benar tiba dilokasi ini, sehingga dari Jembatan Karangsemut tadi kalian harus naik
ojek
- lebih baik mengenakan alas kaki berupa sandal gunung atau sepatu kets supaya aman
- membawa makanan dan minuman sendiri karena disekitar lokasi ini minim warung, namun jangan lupa untuk membawa pulang sisa
sampah kalian ya, jangan buang sampah sembarangan
- belum ada fasilitas toilet atau MCK disekitar lokasi, sehingga bagi kalian yang ingin nyebur atau basah-basahan maka kalian
bisa menumpang bilas dan bersih-bersih di kamar mandi milik warga sekitar
- jangan melakukan aksi vandalism yang alay seperti mencorat-coret bebatuan, membuang sampah sembarangan, dan berlaku asusila
ditempat ini
- belum ada biaya retribusi alias masih gratis, satu-satunya retribusi adalah biaya parkir kendaraan seikhlasnya (biasanya sih Rp
1.000,- untuk kendaraan roda dua)
- jangan kemalaman berada di sekitar lokasi ini karena belum ada penerangan disekitar jalur trekking

Nah kira-kira seperti itulah beberapa informasi mengenai lokasi wisata air terjun seribu batu di Dusun Cengkehan, Desa Wukirsari, Kabupaten Bantul ini, semoga bisa membantu kalian semua yang sedang bingung menentukan enaknya ngebolang kemana yang murah meriah

Sampai jumpa di petualangan goweswisata.com berikutnya ya, kalau kalian suka dengan content-content kami maka kalian juga bisa mensubscribenya di akun Facebook Gowes Wisata atau di youtube channel kami :)

No comments:

Post a Comment